Happy anniversary 12st istriku



Happy anniversary 12st istriku
#Tantangan Gurusiana# Hari Ke-1 (05 Maret 2020)
Hasan melangsungkan walimatul urusy pada tanggal 02 maret 2008. pada saat itu terjadi peristiwa yang sangat sakral dan bersejarah bagi kedua keluarga besar bapak M. Toyib dengan keluarga besar bapak D. Agung. Bagi kedua mempelai sarana saling menguatkan diri untuk menjadi pribadi yang mulia bagi istri dan suami serta anak-anaknya dikemudian hari. Hasan menyiapkan segala sesuatunya untuk menerima sang permaisuri yang akan menjadi manusia istimewa dalam kehidupannya. Inilah contoh yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. agar setiap manusia memilih pasangannya dan menjadi tentram dalam mengarungi samudra kehidupan dalam berkeluarga.
Dalam perjalanannya mengarungi samudra rumah tangga tentunya tidak mulus sesuai keinginan Mas Hasan dan Mbak Sarah. Pada kenyataannya masalah yang datang silih berganti seperti riak air yang mengalir atau gulungan ombak di samudra luas. Mas Hasan yang pembawaannya pendiam dan tidak banyak protes dan mbak Sarah yang sifatnya tegas dan penuh pertimbangan dalam mengambil setiap tindakan, itulah yang menjadikan keluarga ini mampu bertahan dalam menghadapi perselisihan bahkan gejolak yang muncul dalam rumah tangga.
Setiap pagi Mas Hasan rutin dengan aktifitasnya yaitu membaca buku dan menyiapkan bahan pelajaran yang akan diajarkan kepada siswa SMA tempat nya mengajar. sebelum melaksanakan aktifitas rutinnya Mas Hasan selalu minta dibuatkan secangkir kopi dan makanan ringan penyertanya. tetapi pagi ini tidak ada kopi apalagi makanan ringan seperti biasa. Mas Hasan heran dan segera beranjak menghampiri istrinya.
"Bun?".... "Ko minum dan snack nya tidak ada ya?" tanya Mas Hasan sama istrinya.
"Biasanya Bunda rajin menaruh di meja kerja Mas, tapi sekarang tidak nampak lagi ya?"
Dengan ringan istri Mas Hasan menjawab pertanyaan dari Mas Hasan.
"Mas!...."
"Sekarang Bunda tidak bisa lagi melakukan yang seperti biasanya."
"Mas kan tahu?.......",
"Bunda juga kerja dan Bunda juga sama dengan Mas, mau menyiapkan apa yang Mas siapkan setiap pagi."
"Coba Mas berpikir!"
"Bunda setiap pagi harus menyelesaikan pekerjaan rumah tangga."
"Harus menyiapkan minum dan snack......."
"Juga harus menyiapkan bahan materi yang akan diajarkan di sekolah."
Setelah kejadian pagi itu Mas Hasan merasa ada perlakuan yang berbeda dari istrinya. Setiap pagi tidak lagi tersedia secangkir kopi dan makanan ringan. Bahkan Mas Hasan dibiarkan melakukan apapun sekehendaknya. Tidak ditanya, tetapi disuguhi dengan wajah yang sepertinya penuh dengan kejengkelan. Mas Hasan berusaha bersabar dengan kejadian ini, tetapi sehari dibiarkan ternyata tidak tahan juga.
Akhirnya Mas Hasan memberanikan diri untuk bertanya.
"Bunda?"..................
"Apa sih yang menjadikan Bunda marah sama Mas?"..............
"Sepertinya Bunda selalu membuang muka ketika Mas dekati?"..........
"Beri dong alasan................!"
"Biar Mas Hasan bisa memperbaiki perilaku Mas yang menurut Bunda salah, atau kurang bisa membahagiakan Bunda."
Tetapi Mbak Sarah tidak menjawab pertanyaan Mas Hasan, justru isak tangis yang keluar dari wajahnya yang mulai sembab karena sudah tidak terbendung lagi menahan air mata. Mbak Sarah justru langsung lari ke kamar tidur dan menutup rapat pintu.
Sepertinya usaha Mas Hasan sia-sia untuk menanyakan masalah yang dihadapi istrinya. Mas Hasan berpikir keras bahkan terasa ada rasa nyeri yang menusuk-nusuk dada. dan tidak terasa air matanya berlinang mengalir dengan derasnya. dan mas Hasan mengadu kepada sang pencipta allah SWT.
"Ya Allah!........."
"Hamba memohon kepada Mu Yaa Robb!.............."
"Perbaiki masalah yang ada pada keluarga hamba Yaa Robb!"
"Lunakkanlah hati istri hamba!"
"Jadikan keluarga hamba menjadi kelurga yang sakinah, mawaddah, warahmah!"
"Kuatkan atas ujian yang menimpa diri hamba!"
"Tunjukkan jalannya Yaa robb, agar bisa kembali seperti sediakala kehidupan dalam rumah tangga hamba!"
"Hamba memohon dengan segala Kekuasaan dan kebesaranMu, Yaa Robb!"
"Untuk mengembalikan kebahagiaan hamba dengan istri hamba dalam mengarungi bahtera rumah tangga ini."
"Aamiin!"
Keesokan harinya Mas Hasan siap untuk melakukan aktivitas rutin hariannya. Ada suasana yang berubah dirumah keluarga ini. Sepulang dari masjid untuk melaksanakan sholat shubuh, Mas Hasan melirik ke meja kerjanya. Dengan penuh rasa haru Mas Hasan melihat ada secangkir kopi panas dan sepiring goreng pisang yang sudah tersaji dengan apik dimeja kerja. Sepintas lalu dia melihat ada secarik kertas kertas yang diletakkan dibawah piring. Secara perlahan Mas Hasan menghampiri meja kerja dan menarik secarik kertas itu sambil membacanya secara perlahan dan berdebar debar.
Kepada Mas Hasanku yang kusayangi........
Maafkan atas semua perlakuan bunda kepada Mas Hasan ahir-ahir ini.
Selama usia pernikahan kita, Mas Hasan selalu sibuk dengan urusan pekerjaan mas. sehingga Sarah cemburu dan iri hati. Kenapa Mas gagahku lupa dengan janji dulu akan menjaga Sarah lahir dan bathin baik dalam keadaan sempit ataupun lapang. Mas ku, Sarah sangat menyayangi Mas. Usia pernikahan kita sudah 12 tahun berjalan, tapi mas gagahku belum pernah sekalipun peduli dengan usia pernikahan kita.
Salam sayang dari istrimu, Sarah.
Bagaikan salju yang turun dari gunung Fujiyama yang menerpa kulit ari, berasa sejuk menembus hati sanubari. Mas Hasan segera mencari sang permaisuri dambaan hati.
"bunda.........."
"Maafkan mas mu yang lalai ini."
"Mas Hasan berjanji tidak akan menyia-nyikan bunda lagi."
"Yaa Robb, terimakasih telah engkau kembalikan istriku, kedalam kehidupanku kembali."
"Aamiin."
Begitulah perjalanan hidup manusia. Allah memilihkan jodohnya dan Allah akan menguji hambanya dengan ujian yang setimpal dengan kemampuannya. Allah tidak akan menguji hambanya diluar kemampuannya. dan pasti allah akan menguji hambanya.

Komentar