Happy anniversary 12st istriku
Happy anniversary 12st istriku
#Tantangan Gurusiana# Hari Ke-1 (05
Maret 2020)
Dalam perjalanannya mengarungi samudra
rumah tangga tentunya tidak mulus sesuai keinginan Mas Hasan dan Mbak Sarah.
Pada kenyataannya masalah yang datang silih berganti seperti riak air yang
mengalir atau gulungan ombak di samudra luas. Mas Hasan yang pembawaannya
pendiam dan tidak banyak protes dan mbak Sarah yang sifatnya tegas dan penuh
pertimbangan dalam mengambil setiap tindakan, itulah yang menjadikan keluarga
ini mampu bertahan dalam menghadapi perselisihan bahkan gejolak yang muncul
dalam rumah tangga.
Setiap pagi Mas Hasan rutin dengan
aktifitasnya yaitu membaca buku dan menyiapkan bahan pelajaran yang akan
diajarkan kepada siswa SMA tempat nya mengajar. sebelum melaksanakan aktifitas
rutinnya Mas Hasan selalu minta dibuatkan secangkir kopi dan makanan ringan
penyertanya. tetapi pagi ini tidak ada kopi apalagi makanan ringan seperti
biasa. Mas Hasan heran dan segera beranjak menghampiri istrinya.
"Bun?".... "Ko minum
dan snack nya tidak ada ya?" tanya Mas Hasan sama istrinya.
"Biasanya Bunda rajin menaruh di
meja kerja Mas, tapi sekarang tidak nampak lagi ya?"
Dengan ringan istri Mas Hasan menjawab
pertanyaan dari Mas Hasan.
"Mas!...."
"Sekarang Bunda tidak bisa lagi
melakukan yang seperti biasanya."
"Mas kan tahu?.......",
"Bunda juga kerja dan Bunda juga sama
dengan Mas, mau menyiapkan apa yang Mas siapkan setiap pagi."
"Coba Mas berpikir!"
"Bunda setiap pagi harus
menyelesaikan pekerjaan rumah tangga."
"Harus menyiapkan minum dan
snack......."
"Juga harus menyiapkan bahan
materi yang akan diajarkan di sekolah."
Setelah kejadian pagi itu Mas Hasan
merasa ada perlakuan yang berbeda dari istrinya. Setiap pagi tidak lagi
tersedia secangkir kopi dan makanan ringan. Bahkan Mas Hasan dibiarkan
melakukan apapun sekehendaknya. Tidak ditanya, tetapi disuguhi dengan wajah
yang sepertinya penuh dengan kejengkelan. Mas Hasan berusaha bersabar dengan
kejadian ini, tetapi sehari dibiarkan ternyata tidak tahan juga.
Akhirnya Mas Hasan memberanikan diri
untuk bertanya.
"Bunda?"..................
"Apa sih yang menjadikan Bunda
marah sama Mas?"..............
"Sepertinya Bunda selalu membuang
muka ketika Mas dekati?"..........
"Beri dong
alasan................!"
"Biar Mas Hasan bisa memperbaiki
perilaku Mas yang menurut Bunda salah, atau kurang bisa membahagiakan
Bunda."
Tetapi Mbak Sarah tidak menjawab
pertanyaan Mas Hasan, justru isak tangis yang keluar dari wajahnya yang mulai
sembab karena sudah tidak terbendung lagi menahan air mata. Mbak Sarah justru
langsung lari ke kamar tidur dan menutup rapat pintu.
Sepertinya usaha Mas Hasan sia-sia
untuk menanyakan masalah yang dihadapi istrinya. Mas Hasan berpikir keras
bahkan terasa ada rasa nyeri yang menusuk-nusuk dada. dan tidak terasa air
matanya berlinang mengalir dengan derasnya. dan mas Hasan mengadu kepada sang
pencipta allah SWT.
"Ya Allah!........."
"Hamba memohon kepada Mu Yaa
Robb!.............."
"Perbaiki masalah yang ada pada
keluarga hamba Yaa Robb!"
"Lunakkanlah hati istri
hamba!"
"Jadikan keluarga hamba menjadi
kelurga yang sakinah, mawaddah, warahmah!"
"Kuatkan atas ujian yang menimpa
diri hamba!"
"Tunjukkan jalannya Yaa robb,
agar bisa kembali seperti sediakala kehidupan dalam rumah tangga hamba!"
"Hamba memohon dengan segala
Kekuasaan dan kebesaranMu, Yaa Robb!"
"Untuk mengembalikan kebahagiaan
hamba dengan istri hamba dalam mengarungi bahtera rumah tangga ini."
"Aamiin!"
Keesokan harinya Mas Hasan siap untuk
melakukan aktivitas rutin hariannya. Ada suasana yang berubah dirumah keluarga
ini. Sepulang dari masjid untuk melaksanakan sholat shubuh, Mas Hasan melirik
ke meja kerjanya. Dengan penuh rasa haru Mas Hasan melihat ada secangkir kopi
panas dan sepiring goreng pisang yang sudah tersaji dengan apik dimeja kerja.
Sepintas lalu dia melihat ada secarik kertas kertas yang diletakkan dibawah
piring. Secara perlahan Mas Hasan menghampiri meja kerja dan menarik secarik
kertas itu sambil membacanya secara perlahan dan berdebar debar.
Kepada Mas Hasanku yang
kusayangi........
Maafkan atas semua perlakuan bunda
kepada Mas Hasan ahir-ahir ini.
Selama usia pernikahan kita, Mas Hasan
selalu sibuk dengan urusan pekerjaan mas. sehingga Sarah cemburu dan iri hati.
Kenapa Mas gagahku lupa dengan janji dulu akan menjaga Sarah lahir dan bathin
baik dalam keadaan sempit ataupun lapang. Mas ku, Sarah sangat menyayangi Mas.
Usia pernikahan kita sudah 12 tahun berjalan, tapi mas gagahku belum pernah
sekalipun peduli dengan usia pernikahan kita.
Bagaikan salju yang turun dari gunung
Fujiyama yang menerpa kulit ari, berasa sejuk menembus hati sanubari. Mas Hasan
segera mencari sang permaisuri dambaan hati.
"bunda.........."
"Maafkan mas mu yang lalai
ini."
"Mas Hasan berjanji tidak akan
menyia-nyikan bunda lagi."
"Yaa Robb, terimakasih telah
engkau kembalikan istriku, kedalam kehidupanku kembali."
"Aamiin."
Begitulah perjalanan hidup manusia. Allah memilihkan
jodohnya dan Allah akan menguji hambanya dengan ujian yang setimpal dengan
kemampuannya. Allah tidak akan menguji hambanya diluar kemampuannya. dan pasti
allah akan menguji hambanya.
Komentar
Posting Komentar